Kami adalah perusahaan nasional yang berpengalaman hampir 40 tahun dalam konsultasi, jasa, perencanaan dan penyediaan untuk hydraulic.

Kontak
penyebab excavator low power

bannerlayanan

Excavator mulai kehilangan tenaga? Mungkin saja penyebabnya bisa jadi karena excavator low power. Intip penyebab selengkapnya disini.

Excavator merupakan salah satu alat berat yang sering digunakan diberbagai sektor, baik pertambangan, konstruksi, perhutanan, dan lain sebagainya. Sebab ukurannya yang cukup besar, maka tidak heran peluang permasalahan yang muncul juga beragam, salah satunya hydraulic low power.

bannerlayanan

Nyatanya, masih banyak pengguna yang masih mengeluhkan permasalahan ini. Pasalnya, kondisi ini tentu dapat menghambat kegiatan dan kinerja dari alat berat itu sendiri. Jika tidak ditangani dengan segera, kerusakan dapat merembet ke komponen lainnya.

Mengenal Hydraulic Low Power

Apa itu hydraulic low power?

Hydraulic low power merupakan suatu kondisi dimana excavator tidak dapat berfungsi dengan baik akibat adanya gangguan pada beberapa bagian dari alat berat excavator. Mudahnya, kondisi ini juga dapat disebut dengan tenaga lemah / loyo / kurang tenaga.

Dampaknya, gangguan tersebut dapat mempersulit pengoperasian operator alat berat ketika menggunakan excavator, sehingga memicu membahayakan area lingkungan kerja apabila tidak ditangani dengan tepat.

Tidak hanya excavator saja, namun gangguan ini juga sering terjadi pada alat berat lainnya. Kemungkinan beberapa penyebab utama dari terjadinya hydraulic low power pada alat berat excavator ialah pressure, flow, dan hydraulic lift. Gangguan ini sifatnya dapat terjadi pada semua tipe alat berat. Jadi memang dibutuhkan perawatan ekstra agar mesin dapat bekerja optimal tanpa gangguan.

Penyebab Excavator Low Power

Untuk memulai melakukan pengecekaan gangguan pada excavator, sebaiknya pastikan kondisi mesin atau engine berada di titik yang normal dengan cara hydraulic stall atau T/C stall agar aman.

Berikut tiga penyebab utama excavator mengalami low power, selengkapnya berikut ini;

1. Hydraulic Pressure Low (Tekanan yang Rendah)

Biasanya, penyabab utama dikarenakan adanya tekanan yang rendah pada bagian main relief. Kondisi ini tentu dapat mempengaruhi flow atau aliran pada alat berat excavator. Jika tekanan main relief sangat rendah, maka dapat berdampak pada kecepatan silinder yang berhubungan dengan flow secara keseluruhan.

Adapun penyebab utama pada tekanan rendah disebabkan oleh empat faktor berikut ini;

a. Rendahnya setting bagian main relief 

b. Rendahnya setting bagian safety valve

c. Kerusakan pompa hidrolik

d. Kurangnya oli

Jika sudah dilakukan pengecekan namun main relief masih normal, sangat besar kemungkunan kerusakan terjadi pada bagian safety valve atau di bagian pompa. Untuk mengetahui kerusakan pada pompa hidrolik, sebaiknya gunakan alat thermo gun untuk mengetahui diagnosa permasalahan secara pasti.

2. Flow (Kurangnya Aliran Oli)

Ketika aliran oli berkurang yang kurang kuat sangat berdampak pada kecepatan attachment. Meskipun nyatanya kondisi tekanan hidrolik masih dalam keadaan baik-baik saja, namun kemungkinan aliran oli menjadi lambat sebab terjadi penyumbatan di sepanjang jalur oli.

Ingat ya, aliran oli yang lambat dampaknya terlihat pada kecepatan bukan pada tekanan ataupun kekuatan. Setidaknya terdapat tujuh penyebab keterlambatan pada attachment, antara lain:

a. Kebocoran oli

b. Kurangan oli

c. Kemacetan spool control pada bagian valve

d. Saringan buntu

e. Pengaturan sudut pompa yang tidak tepat

f. Pembukaan spool control valve sedikit

g. Tekanan pilot yang rendah

3. Hydraulic Drift (Attachment Mengalami Penurunan)

Penyebab lainnya yakni karena terdeteksi kebocoran pada bagian komponen spool control valve dan safety valve, atau pada seal silinder hydraulic. Untuk mengetahui lebih tepat, perhatikan bagian-bagian yang mengalami penurunan untuk mengetahui letak pasti penyebab penurunan attachment.

4. Masalah Sistem Pembakaran

Selain dari komponen mesin maupun oli, kurangnya tenaga pada excavator juga dapat disebabkan dari sistem pembakaran yang mengalami masalah. Bisa saja karena faktor campuran antara udara dan bahan bakar tidak sesuai, sehingga dapat menyebabkan putaran engine (rpm) menjadi tidak maksimal alias rendah.

5. Udara dalam Fuel System

Penyebab lainnya dikarenakan terdeteksi kebocoran udara pada fuel system. Biasanya komponen yang rusak memberikan celah sehingga udara dapat masuk dengan bebas dan mempengaruhi sistem pembakaran.

Solusi Mengatasi Excavator Low Power

Berikut beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi excavator yang kurang tenaga, antara lain sebagai berikut;

1. Perbaiki sistem pembakaran

Jika sebelumnya anda menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang tidak sesuai, cobalah untuk mengganti bahan bakar dengan kualitas yang dianjurkan.

2. Perbaiki kerusakan fuel system

Deteksi kebocoran dan lakukan perbaikan. Jika tidak memungkinkan, maka gantilah dengan komponen yang baru.

3. Main Hydraulic

  • Periksa tekanan kerja serta tekanan ketika relief yang bertujuan untuk mengetahui jika tekanan cukup baik atau tidak. Perlu dikehui, standar umum tekanan hydraulic excavator berkisar 21 Mpa saat beroperasi dan 24 Mpa saat mendapat beban atau relief.
  • Apabila tekanan berkurang, maka dapat dilakukan setting tekanan hydraulic.
  • Namun setelah disettingtekanan masih kurang, maka dapat diperiksa bagian main relief valve pada control valve.
  • Melakukan pemeriksaan pada bagian pompa lalu lakukan resealing pompa. Jika terdeteksi kerusakan, ganti komponen yang baru.
  • Melakukan pemeriksaan pada bagian control valve untuk memastikan apa bagian spool macet atau luka, kemudian resealing control valve atau ganti o-ring kit dari control valve.
  • Melakukan pemeriksaan pada suhu kerja oli hydraulic . Normalnya suhu berkisar di angka 50 hingga 60 derajat Celcius.
  • Jika sudah dilakukan perbaikan diatas namun masih terdapat gangguan lemah, maka kemungkinan kerusakan terjadi pada sirkuit pilot hydraulic.

4. Pilot Hydraulic

  • Melakukan pemeriksaan tekanan di pilot hydraylic dengan std berkisar 4 Mpa atau 40 kgf.
  • Jika tekanan tidak mencapai titik tersebut, silahkan lakukan setting tekanan hydraulic pilot pada rumah filter pilot.
  • Melakukan pemeriksaan pada bagian gear pump pilot hydraulic. Jika sudah rusak, maka ganti dengan yang baru.
  • Deteksi kebocoran pada jalur pilot hydraulic
  • Periksa signal control valve atau solenoid block.
  • Terakhir, jangan lupa periksa juga pada handle lever pada kabin operator.

5. Sistem Elektrik

  • Melakukan pemeriksaan pada sekring dan kabel-kabel atau harness pada electrical system excavator. Lanjut dengan pemeriksaan kode kerusakan di monitor.
  • Melakukan pemeriksaan pada pump delivery sensor serta pump flow rate sensor.
  • Melakukan pemeriksaan pada torque control solenoid valve yang dilanjutkan dengan pemeriksaan pump flow rate limited solenoid valve, dan solenoid block.
  • Ketika melakukan pemeriksaan solenoid, biasanya terdapat ada dua kabel dari controller dan lakukan pemeriksaan tegangan antara dua kabel yang menggunakan 5V atau 12V. Kemudian, periksa resistance dari solenoid dengan kisaran 16 ohm dan 34 ohm.
  • Lakukan pemeriksaan di controller. Jika ada kerusakan, maka dapat segera diganti

Jika kerusakan excavator low power masih belum dapat diatasi, mungkin kini saatnya Anda membutuhkan bengkel excavator terdekat dan terpercaya yang memiliki klaim garansi dengan mudah.

Semoga ulasan diatas dapat menjadi rujukan yang tepat bagi permasalahan Anda saat ini.

1 Comment

  1. Viktor

    Kenapa cat 320c Uda ganti selinoid tapi tidak bisa naik gunug pak

  2. bannerlayanan

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Apa yang bisa kami bantu ?

×