Kami adalah perusahaan nasional yang berpengalaman hampir 40 tahun dalam konsultasi, jasa, perencanaan dan penyediaan untuk hydraulic.

Kontak
jenis batu bara

bannerlayanan

Salah satu material yang cukup penting ini ternyata memiliki berbagai jenis batu bara maupun klasifikasiya tersendiri. Oleh sebab itu, kualitas batu bara memang menentukan harga yang jual diberbagai negara termasuk ekspor dari Indonesia ke China.

Mungkin hampir seluruh orang sudah mengetahui betapa pentingnya batu bara sebagai sumber daya penting demi kelangsungan kehidupan manusia sehari-harinya. Contoh sederhana yakni aliran listrik dirumah berkat hadirnya si hitam manis ini.

bannerlayanan

Lalu, apa itu batu bara serta jenisnya?

Pengertian Batu Bara

Secara ilmiah, Batubara adalah akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang mati dan tidak sempat mengalami pembusukan secara sempurna, yang kemudian terpreservasi dengan baik dalam kondisi bebas oksigen (anaerobic) misalnya pada bagian bawah dari suatu danau atau pada endapan atau sedimen berbutir sangat halus.

Batu bara merupakan jenis batuan sedimen, dengan kandungan karbon sebagai mineral utama dan juga hidrogen, belerang serta oksigen dalam mineral sekundernya. Tingginya kandungan senyawa ini membuat batu bara mudah terbakar.

Oleh sebab itu batu bara memang dianggap sebagai bahan bakar fosil adalah sumber energi terpenting untuk pembangkitan listrik dan berfungsi sebagai bahan bakar pokok untuk produksi baja, semen, gas, hidrogen, hingga solar.

Jenis Batu Bara

Lalu, apa saja jenis batu bara yang biasa digunakan?

Perlu diketahui, harga batu bara memang tergantung pada komposisi kandungan yang membedakan tiap kualitas batu bara.

Batubara yang dipakai sebagai bahan bakar alternatif pada industri, ternyata memiliki klasifikasinya sendiri. Setiap jenis batubara memiliki kualitas dan karakteristik yang berbeda-beda.

Selengkapnya mari simak perbedaannya berikut ini :

1. Lignite

Merupakan jenis batu bara yang memiliki warna cokelat, hasil pembentukan dari proses coalifaction dari gambut menjadi batubara.

Menurut sejumlah penelitian, lignite tebentuk sejak 251 juta tahun yang lalu. Sehingga, material yang membentuk berasal dari zaman Mesozoic dan Cenozoic.

Beberapa karakteristik lignite, antara lain ;

  • Berwarna cokelat
  • Memiliki energi yang sedikit (sekitar 10 – 20 MJ/Kg)
  • Memiliki banyak bahan pengotor (Sampai 40 – 75% bahan pengotor)
  • Kandungan unsur karbon hanya 60 sampai 70%
  • Dan mengandung sekitar 9 – 19% debu

Karena tingkat efisiensinya yang sangat rendah, lignite tidak dipasarkan secara luas untuk kebutuhan transportasi atau industri. Lignit biasanya dipakai sebagai bahan bakar PLTU (pembangkit listrik tenaga uap).

2. Sub-bituminous

Dibandingkan dengan lignite, jenis sub-bituminous memiliki umur lebih sedikit tua namun sedikit lunak sehingga belum dapat dikatakan sebagai material batubara sempurna.

Dalam segi warna, Sub-bituminous memiliki warna cokelat kehitaman dengan kadar air yang masih tinggi namun lebih rendah dibandingkan lignite.

Beberapa karakteristik Sub-bituminous, antara lain ;

  • Memiliki 40 – 60 % karbon
  • Memiliki kandungan energi 19 – 26 MJ/Kg
  • Memiliki tekstur lebih padat daripada lignite sehingga berat jenisnya juga lebih berat dibandingkan lignite

Dengan demikian, hal inilah yang menyebabkan sub-bituminous memiliki energi lebih banyak.

3. Bituminous Coal

Untuk jenis yang satu ini past sudah cukup familiar di kalangan pengguna. Batu bara dengan karakteristik memiliki warna hitam yang digunakan pada industri dan PLTU. Jenis batubara ini memiliki kualitas jauh lebih baik dari lignite.

Batubara ini terbentuk dari jenis sebelumnya, yakni sub-bituminous coal yang semakin dalam dan semakin lama tertimbun, sehingga tekstur batubara menjadi keras dan warnanya menjadi lebih hitam.

Kandungan karbonya sendiri mencapai 80% dari total beratnya, selain karbon bituminous coal juga terususun dari material hidrogen, sulfur, nitrogen dan air.

Karakteristik bituminous coal antara lain ;

  • Fixed karbon sekitar 60 – 80%
  • Kandungan debu sekitar 6 – 12 %
  • Energi yang dihasilkan mencapai 35 MJ/Kg

Selain itu, Batubara jenis ini juga dibedakan menjadi beberapa tingkatan, seperti Low volatile, medium volatile, high volatile A, B dan C. Volatile content adalah zat penyususn batubara yang mudah menguap saat dipanaskan pada suhu tertentu.

Perlu diketahui, semakin rendah volatile contennya, maka kualitas batubara semakin baik. Yang membedakan volatile content batubara, adalah faktor pembentukan batubara itu sendiri. Bisa dari material dasarnya, formasi pembentukan batubara dan kondisi geologi sekitar pembentukan batubara.

4. Antrasit

Untuk jenis antrasit memiliki ciri khusus yakni lebih keras dengan warna hitam mengkilat. Jika dilihat secara sekilas memang hampir serupa dengan bitumonous coal tapi antrasit memiliki tekstur lebih padat, mengkilat dan lebih sedikit debunya.

Nyatanya, antrasit menjadi jenis batubara dengan grade tertinggi karena dari semua jenis batubara tipe inilah yang memiliki kandungan carbon yang paling banyak, sehingga energi yang dihasilkan juga jauh lebih banyak dari jenis bituminous coal.

Karekteristik antrasit antara lain ;

  • Berwarna hitam pekat
  • Kandungan fixed karbon diatas 80%
  • Sedikit mengandung bahan pengotor
  • Energi yang dihasilkan diatas 35 MJ/Kg
  • Lebih sulit terbakar
  • Asap pembakaran cenderung lebih bersih

Meski merupakan grade batubara terbaik, penggunaan antrasit pada skala industri cukup jarang. Hal itu dikarenakan jumlah antrasit pada alam itu lebih sedikit dan biaya produksi yang mahal sehingga harganya juga akan sangat mahal.

Proses Pembuatan Batu Bara

Lalu, bagaimana dengan proses pembuatan batu bara? Nah, simak selengkapnya berikut ini.

Dalam proses perubahan batu bara dari bentuk padat hingga menjadi batuan yang mudah terbakar disebut juga dengan istilah coal gasification. Terdapat gas murni yang ada di batu bara yakni karbon monoksida, metana karbon dioksida, hidrogen dan nitrogen. Gas ini sering dimanfaatkan untuk bahan bakar.

Dengan kandungan sulfur dan nitrogen ketika batubara dibakar, maka muncul zat kimia berupa nitrogen dan juga sulfur yang akan mengapung di udara dan menjadi polutan.

Ada kalanya zat kimia tersebut bergabung dengan uap-uap air dan menetes ke permukaan bumi sebagai hujan asam, karena terdapat senyawa asam sulfurik dan nitrit yang tinggi. Itulah mengapa asap hasil pembakaran batu bara dapat berdampak buruk bagi lingkungan.

Demikian informasi seputar pengertian, jenis batu bara hingga proses pembuatannya. Semoga dapat menjadi edukasi bagi kita bersama.

bannerlayanan

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Apa yang bisa kami bantu ?

×